Sajak Dua Tahun Yang Lalu
Tak bersuara Tak membalas Hanya terdiam Impian yang kugantung lepas begitu saja Sajak yang kau umpat Menanamkan rasa dendam Bermekaran tumbuh duri Menghasilkan buah kebencian Ah, kau tertawa Sedang aku menangisi celotehan mu yang menusuk Hati ini jadi keras Enggan menyapa Tak sudi melihat nya Hanya bisa kutumpahkan kekesalan ini lewat barisan sajak tentang mu Lebih baik berjalan di atas pecahan es Ketimbang melihatmu Hati ini jadi keras, sekeras baja Hanya bisa kutumpahkan kekesalan ini lewat barisan sajak-sajak tentang mu Tanpa sebut nama mu dalam setiap sajak ku